BANDARLAMPUNG – Menjelang pelaksanaan Kongres VII Barisan Muda Penegak Amanat Nasional (BM PAN) yang akan diselenggarakan pada 10-12 Juli 2026 di Anyer, Serang, Banten, Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) BM PAN Provinsi Lampung menyatakan kesiapan penuhnya untuk berpartisipasi dan menyukseskan perhelatan akbar tersebut.
Ketua DPW BM PAN Lampung, Naufal A. Caya, menegaskan bahwa Kongres VII ini tidak boleh dimaknai sebatas rutinitas pergantian struktur kepemimpinan semata. Lebih dari itu, momentum ini adalah ruang strategis untuk mengonsolidasikan gagasan dan memperkuat pijakan politik generasi muda di kancah nasional.
“Kongres di Anyer besok adalah titik pijak yang sangat krusial. Sebagai sayap partai, BM PAN dituntut untuk tidak hanya sekadar menjadi pelengkap struktur, tetapi harus bertransformasi menjadi motor penggerak utama yang berani membawa narasi-narasi progresif bagi Partai Amanat Nasional dan masa depan demokrasi kita,” ujar Naufal, Kamis (9/7).
DPW BM PAN Lampung sendiri berkomitmen akan membawa sejumlah rekomendasi strategis ke dalam forum kongres. Fokus utamanya mencakup desentralisasi penguatan kapasitas kader di daerah serta pemanfaatan platform digital sebagai instrumen edukasi dan advokasi kebijakan publik oleh anak muda.
Terkait dengan bursa pemilihan kepemimpinan baru, Naufal memberikan penjelasan mengenai dinamika dan arah sikap yang diambil oleh DPW BM PAN Lampung menjelang pembukaan forum tertinggi organisasi tersebut.
“Mengenai arah dukungan, BM PAN Lampung berupaya menjaga kondusivitas organisasi. Meski demikian, secara internal kami telah mengerucutkan pandangan kepada figur yang kami nilai paling mampu menerjemahkan visi dan agenda besar Partai Amanat Nasional. Langkah ‘Lampung Satu Komando’ ini kami ambil murni demi kebaikan bersama, menjaga soliditas, dan memastikan nakhoda baru BM PAN ke depan senapas dengan arahan strategis Ketua Umum PAN, Ayahanda Zulkifli Hasan,” ungkap Naufal.
Delegasi dari DPW BM PAN Lampung dijadwalkan akan segera bertolak menuju Banten untuk terlibat aktif dalam seluruh agenda persidangan. Naufal menutup pernyataannya dengan harapan agar Kongres VII ini dapat menjadi panggung persaudaraan yang mengedepankan adu gagasan demi membesarkan marwah partai. (*)






