Dinas Kesehatan Provinsi Lampung Raih Penghargaan pada Peringatan Hari Statistik Nasional

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Lampung dr Edwin Rusli. M.Km raih penghargaan OPD terbaik dalam kaloborasi data statistik dari BPS

Bandar Lampung, Harianduta.com-Dalam rangka peringatan Hari Statistik Nasional yang diperingati setiap 26 September, Dinas Kesehatan Provinsi Lampung berhasil meraih penghargaan dengan kategori Organisasi Perangkat Daerah Terbaik dalam Kolaborasi Data Statistik.

Penghargaan ini diberikan sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi Dinas Kesehatan dalam mendukung pengelolaan data yang akurat, mutakhir, terpadu, serta dapat dipertanggungjawabkan, sesuai dengan semangat Satu Data Indonesia.

Sebagaimana diamanatkan dalam kebijakan nasional, Satu Data Indonesia hanya dapat terwujud melalui kolaborasi lintas sektor. Dalam hal ini, Dinas Kominfo bertindak sebagai Wali Data, Bappeda sebagai Wali Data Pendukung, dan seluruh OPD sebagai produsen data, termasuk Dinas Kesehatan yang memiliki peran strategis dalam penyediaan data kesehatan.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Lampung, dr. Edwin Rusli, M.Km menyampaikan terima kasih dan apresiasi atas dukungan seluruh pihak yang telah bersinergi dalam penguatan tata kelola data. “Penghargaan ini merupakan hasil kerja bersama, bukan hanya Dinas Kesehatan, tetapi juga seluruh perangkat daerah yang berkomitmen mewujudkan tata kelola data yang berkualitas untuk mendukung pembangunan Lampung,” ujarnya.

Melalui penghargaan ini, Pemerintah Provinsi Lampung menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat pengelolaan data statistik, meningkatkan kolaborasi antarinstansi, dan mendukung penuh penerapan Satu Data Indonesia. Dengan data yang andal, diharapkan setiap kebijakan dan program pembangunan dapat lebih tepat sasaran demi terwujudnya masyarakat Lampung yang sehat, maju, dan sejahtera.

Sementara, Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela menegaskan komitmen untuk menjadikan data dan statistik sebagai fondasi utama dalam merancang pembangunan daerah yang terarah, adil dan berkelanjutan.

Hal itu disampaikannya saat menjadi pembina Apel Siaga Hari Statistik Nasional (HSN) 2025 dengan tema “Statistik Berdampak untuk Indonesia Maju”, di Lapangan KORPRI, Komplek Dinas Kantor Gubernur Lampung, Jumat (26/9/2025).

Wagub Jihan berpendapat tema yang diusung menjadi pengingat bahwa data bukan sekadar angka di atas kertas, tetapi bahan bakar utama dalam pengambilan keputusan dan ia mengibaratkan statistik sebagai kompas bagi sebuah kapal.

“Tanpa kompas, kapal pembangunan kita bisa kehilangan arah,” ujarnya.

Wagub Jihan menjelaskan bahwa bangsa Indonesia sedang menapaki jalan panjang menuju Indonesia Emas 2045, dengan visi menjadi negara yang maju, berdaulat, dan berkelanjutan dimana untuk mencapai visi tersebut, ada dua transformasi besar yang harus dijalankan, yakni transformasi ekonomi dan transformasi sosial.

Ia menekankan transformasi ekonomi diarahkan untuk membangun struktur ekonomi yang lebih produktif, berdaya saing, dan digital-friendly, namun tetap menguatkan sektor strategis seperti pertanian, industri pengolahan, pariwisata, dan energi terbarukan.

Sementara itu, transformasi sosial menitikberatkan pada peningkatan kualitas sumber daya manusia, ketahanan masyarakat, serta penegakan prinsip keadilan dan inklusivitas.

“Kedua transformasi besar ini tidak mungkin berhasil tanpa dukungan statistik yang akurat, mutakhir, dan dapat dipercaya,” tegasnya.

Lebih lanjut, Wagub Jihan mencontohkan bagaimana data berperan dalam mendukung berbagai program pemerintah.

Ia mencontohkan dalam penanggulangan kemiskinan, data membantu pemerintah mengenali kelompok masyarakat yang paling membutuhkan bantuan, sehingga program yang dijalankan benar-benar tepat sasaran.

Lebih lanjut, di Provinsi Lampung data juga menjadi penentu arah pembangunan daerah dimana Lampung memiliki berbagai sektor unggulan yang berkontribusi pada perekonomian nasional, mulai dari kopi yang sudah mendunia, ubi kayu dan jagung sebagai penopang pangan nasional, hingga pariwisata yang terus bertumbuh.

Dengan dukungan data yang kuat, Pemprov dapat mempercepat langkah pengembangan sektor unggulan sekaligus memperkuat daya saing daerah di pasar global. (Advetorial)