Duh, Portal Tinggi Dua Meter di Jalan Pulau Singkep 7 Meresahkan Warga Pengguna Jalan

112 views

Bandar Lampung, Harianduta.com- Warga di sekitar Jalan Pulau Singkep 7, Sukabumi, Bandarlampung mengeluhkan keberadaan portal setinggi dua meter yang sudah tahunan dibangun di tengah jalan. Portal ini disebut menjadi penyebab menurunnya usaha warga, terutama warung makan dan usaha lainnya.

Johan, seorang tukang las yang tinggal tidak jauh dari lokasi portal, menyampaikan ketidaknyamanan yang dirasakan warga sekitar.

“Portal ini meresahkan. Seharusnya portal semacam ini tidak dibangun di jalan umum seperti ini,” ujar Johan saat ditemui awak media, Jumat (28/6/2024).

Menurut Johan, sebelum adanya portal ini, daerah tersebut sering dikunjungi oleh sopir truk dan pengemudi lainnya untuk makan siang, namun sekarang kunjungan tersebut mulai menurun drastis.

Tak hanya itu, keberadaan portal yang tidak terduga ini juga menyebabkan kerusakan pada mobil yang lewat. Johan mengaku telah menyaksikan beberapa mobil rusak karena terbentur portal yang tingginya dua meter tersebut.

“Saya merasa kasihan pada pengemudi yang harus memutar arah karena tidak bisa melewati portal ini,” tambahnya.

Pembangunan portal ini juga menimbulkan tanda tanya di kalangan warga setempat. Johan mengungkapkan bahwa banyak warga merasa tidak diberitahu secara jelas tentang rencana pembangunan portal ini.

“Kami pikir portal ini akan semi permanen atau sementara saja, bukan permanen seperti sekarang,” ungkapnya.

Johan menambahkan bahwa beberapa warga bahkan menuduhnya sebagai inisiator dari pembangunan portal ini, suatu tuduhan yang sangat ia bantah.

“Saya berbincang dengan warga lainnya, dan mayoritas tidak setuju dengan portal ini jika mereka tahu bahwa portal akan seperti ini,” katanya.

Dalam pandangannya, Johan berpendapat bahwa portal ini sebaiknya segera dirobohkan karena tidak memberikan manfaat yang nyata bagi kebanyakan warga.

“Portal ini hanya mengganggu kehidupan masyarakat dan merusak harmoni di lingkungan ini,” pungkasnya.

Sementara itu, peninjauan dan langkah selanjutnya terkait portal ini masih menunggu respon dari pihak terkait di lingkungan pemerintah setempat.

Warga berharap agar masalah ini dapat segera diselesaikan untuk mengembalikan kehidupan sehari-hari mereka ke kondisi semula. (**)