Opini  

Kebangkitan Nasional salah satu cikal bakal Indonesia Merdeka

264 views
Penulis Ahmad Muslim, Foto kiri

Harianduta.com-20 Mei 2024 rakyat dan negara Indonesia peringati hari kebangkitan nasional (HARKITNAS) ke-116 tahun.

HARKITNAS yang terjadi pada 20 Mei 1908 sebagai tonggak sejarah “perlawanan” para pejuang dan pendiri bangsa (founding father) atas penjajahan (kolonialisme) oleh kalangan terdidik baik yang berada di dalam negeri maupun di luar negeri. Sehingga HARKITNAS jadi salah satu cikal bakal perjuangan anak bangsa Indonesia terpelajar bersama semua element rakyat menuju negara Indonesia merdeka.

Namun sebelum HARKITNAS pada hari ini. Uang Kuliah Tunggal (UKT) di Perguruan Tinggi Negeri Universitas Sudirman (PTN UNSUD) di purwokerto – provinsi Jawa tengah, naik yang menimbulkan reaksi Mahasiswa di berbagai Perguruan Tinggi sehingga lancarkan protes oleh adanya kenaikan UKT di PTN UNSUD yang menyentak.

Padahal pendidikan pada tiap jenjangnya merupakan kebutuhan pokok rakyat di tiap negara pada belahan dunia manapun. Dengan demikian UKT pada Perguruan tinggi yang telah jadi Badan Hukum Perguruan Tinggi tidak boleh membebani orang tua yang akan sekolahkan anaknya di Perguruan tinggi dan yang anaknya telah belajar di bangku Perguruan tinggi, karna jenjang pendidikan di bangku kuliah bukan kebutuhan tersier. Seperti pernyataan dari seorang pejabat Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Riste dan Teknologi (KEMENDIKBUD RISTEK) yang katakan: “pendidikan di Perguruan Tinggi itu kebutuhan tersier bukan sekunder apalagi primer”. Sementara, Presiden di kesempatan lain kaget, bahwa ternyata rasio pendidikan tinggi kita jauh di bawah negara Vietnam, Malaysia dan negara asia lainnya.

Maka di HARKITNAS ke-116 tahun ini kita sebagai bangsa Indonesia pada ranah pendidikan wajib memahami makna alinea ke-4 Pembukaan UUD 1945 dan filosofi pendidikan yang bukan merupakan komoditi. sehingga kebijakan menaikkan UKT di perguruan tinggi yang nominalnya tidak wajar hanya akan memobilisasi gerakan mahasiswa bersama rakyat untuk melawan kebijakan yang jadikan pendidikan sebagai komoditi industri.

Sedangkan Pemerintah dalam penyelenggaraan pendidikan berdasarkan normal ideologi PANCASILA dan UUD 1945. Sehingga alokasikan anggaran pendidikan sebesar 20% dari total Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

 

Dan saya (Ahmad Muslimin) sebagai rakyat jelata di Indonesia menentang sikap dari otoritas pendidikan yang menanggapi kasus kenaikan UKT di PTN UNSUD yang tidak mau menyelesaikan masalah mahasiswa yang di bebani UKT. Dan saya juga tidak membenarkan pernyataan Sekretaris Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Kemendikbudristek Tjitjik Sri Tjahjandarie yang menyampaikan, bahwa pendidikan tinggi di Indonesia belum bisa gratis seperti di negara lain. Alasannya, bantuan operasional perguruan tinggi negeri (BOPTN) belum bisa menutup semua kebutuhan operasional.

Karna pernyataan tersebut seolah meniadakan 20% alokasi anggaran pendidikan dan menjustice anggaran 20% dari APBN untuk sektor pendidikan yang telah di berikan pemerintah tidak cukup dan/atau kurang banyak.

Sementara, berbagai gaji dan tunjangan para guru dan dosen telah layak serta lebih dari cukup.

Dengan adanya pernyataan tersebut maka saya himbau Bapak PRESIDEN JOKOWI, MPR RI, DPR RI, DPD RI, KAPOLRI, KEJAGUNG, KPK RI, BPK RI dan PPATK melakukan audit dan investigasi KEMENDIKBUD RISTEK atas terjadinya kekurangan anggaran pendidikan di Perguruan tinggi. Karna tidak kurang dari Rp.600 Triliun telah di gelontorkan untuk sektor pendidikan dalam APBN setiap tahunnya. Tapi UKT di Perguruan Tinggi Negeri bisa naik sesuka hati yang pada akhirnya menjajah anak bangsa Indonesia yang belajar di bangku kuliah, sedangkan negara Republik indonesia sudah merdeka.

Dan pesan untuk bapak Prabowo subianto dan Gibran Rakabuming Raka sebagai presiden dan wakil presiden republik Indonesia terpilih dan akan di lantik pada 20 Oktober 2024. Agar memilih para menteri yang eligible yakni: sumber daya manusia yang memiliki kualitas yang di butuhkan atau memenuhi kondisi/syarat yang di perlukan untuk membangun nusa bangsa Indonesia adil makmur yang di tempatkan dalam kabinet.

Karna meneruskan nawacita ke astacita tidak di butuhkan petugas partai di dalam kabinet tapi yang di butuhkan menteri sebagai pembantu presiden.

Dirgahayu hari kebangkitan nasional dan maknailah kampus merdeka belajar merdeka dengan kemerdekaan biaya pendidikan yang tidak jadi beban berat buat rakyat Indonesia.

Dan saya juga mengapresiasi perjuangan semua pelajar dan mahasiswa bersama rakyat Indonesia di manapun berada sebagai agen perubahan dan agen pejuang ideologi PANCASILA, UUD 1945, Ekonomi, Politik, Sosial, Budaya dan Pertahanan bangsa Indonesia.

Salam hormat ku untuk seluruh pejuang kemerdekaan nusabangsa Indonesia yang telah gugur dan juga hormat untuk seluruh rakyat indonesia di manapun berada. Ahmad Muslimin bakal calon gubernur rakyat lampung di PILKADA Serentak Nasional 2024.