Tulang Bawang Barat, Harianduta.com — Keterbatasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) menjadi tantangan utama dalam penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba) Tahun 2026. Kondisi tersebut menuntut pemerintah daerah untuk menetapkan skala prioritas pembangunan yang benar-benar menyentuh kepentingan ekonomi rakyat.
Hal itu disampaikan Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setdakab Tubaba, Untung Eri Budisantoso, S.Sos., M.H., saat membuka Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RKPD Kecamatan Gunung Terang Tahun 2026 di Aula Kantor Kecamatan setempat, Selasa (03/02/2026).
Menurutnya, Musrenbang merupakan amanat undang-undang sekaligus forum strategis untuk menyelaraskan aspirasi masyarakat dari tingkat tiyuh hingga kabupaten dengan arah kebijakan pembangunan daerah. Namun demikian, keterbatasan fiskal daerah menuntut adanya kesepahaman bersama dalam menentukan program prioritas.
“Dengan kemampuan APBD yang terbatas, tidak semua usulan dapat diakomodasi sekaligus. Karena itu, pemerintah daerah fokus pada program yang berdampak langsung terhadap penguatan ekonomi rakyat dan peningkatan kesejahteraan masyarakat,” tegasnya.
Ia menjelaskan, tema Musrenbang RKPD Tubaba Tahun 2026 mengusung “Pengembangan Ekonomi Produktif”, dengan fokus pada peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM), penguatan sektor ekonomi produktif berbasis potensi lokal, serta pembangunan infrastruktur yang mendukung aktivitas ekonomi masyarakat.
Sejumlah program prioritas disiapkan untuk menopang ekonomi rakyat, di antaranya peningkatan kualitas pendidikan melalui pengembangan kelas khusus olahraga dan penguatan pendidikan karakter, serta peningkatan layanan kesehatan melalui program pemeriksaan dan pengobatan gratis yang dilaksanakan secara rutin.
Di sektor pertanian dan peternakan, Pemkab Tubaba mendorong sekolah lapang teknologi, pengembangan pakan ternak, inseminasi buatan, serta penguatan kelembagaan petani sebagai upaya menekan biaya produksi dan meningkatkan pendapatan petani. Selain itu, pengembangan tanaman pangan dan perkebunan juga diarahkan melalui bantuan bibit dan biaya tanam untuk komoditas strategis seperti tebu, cabai, sayuran, kopi, dan aren.
Melalui Musrenbang RKPD Kecamatan Gunung Terang ini, pemerintah daerah berharap usulan pembangunan yang disepakati benar-benar sejalan dengan kemampuan keuangan daerah serta berdampak nyata terhadap penguatan ekonomi rakyat di wilayah setempat.
Kegiatan Musrenbang secara resmi dibuka oleh Asisten II dengan mengucapkan Bismillahirrahmanirrahim, sebagai penanda dimulainya proses penyusunan RKPD 2026 yang berorientasi pada efisiensi anggaran dan kesejahteraan masyarakat.(Yuda)






