Rheny Apriyani Dorong Wastra Lampung Selatan Jadi Peluang Usaha Kreatif

Lampung Selatan- Wakil Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Lampung Selatan, Rheny Apriyani Anwar, mendorong pengembangan wastra daerah menjadi produk kreatif bernilai ekonomi yang mampu memperluas peluang usaha bagi pelaku usaha, mikro, kecil, menengah (UMKM), tanpa meninggalkan identitas budaya lokal.

Menurutnya, kekayaan wastra Lampung Selatan tidak hanya perlu dilestarikan sebagai warisan budaya, tetapi juga dikembangkan melalui inovasi desain, peningkatan kualitas produk, dan pemasaran yang lebih luas agar memiliki daya saing di pasar.

Pesan tersebut disampaikan Rheny saat membuka Workshop Pelatihan Kewirausahaan UMKM dan Desain Berbasis Wastra Daerah bertema “Merancang Karya, Merayakan Wastra” di Grand Elty Krakatoa, Kalianda, Selasa (27/10/2026).

Rheny mengatakan, wastra bukan sekadar kain, melainkan bagian dari identitas, sejarah, dan nilai budaya yang diwariskan dari generasi ke generasi.

Kekayaan tersebut dapat terus hidup dan dikenal lebih luas apabila diolah menjadi karya yang relevan dengan perkembangan zaman.

Ia menilai, nilai tradisional dapat diterjemahkan ke dalam berbagai produk, mulai dari busana hingga aksesori, melalui sentuhan desain yang menarik tanpa menghilangkan ciri khas budaya daerah.

“Lampung Selatan memiliki kekayaan budaya lokal yang patut dilestarikan dan dikembangkan. Melalui kreativitas dan inovasi, kekayaan tersebut dapat diolah menjadi produk yang menarik, berkualitas, bernilai tambah, serta mampu bersaing di pasar yang lebih luas,” ujar Rheny dalam sambutannya.

Untuk mendukung pengembangan tersebut, kehadiran fashion designer sekaligus creative director IKAT Indonesia, Didiet Maulana, dalam workshop tersebut diharapkan memberikan wawasan dan inspirasi kepada peserta mengenai pengolahan wastra menjadi produk yang memiliki karakter kuat sekaligus sesuai dengan kebutuhan pasar.

Pengembangan desain, menurut Rheny, perlu diikuti langkah nyata agar pengetahuan yang diperoleh dapat memberikan manfaat bagi keberlangsungan usaha.

Karena itu, peserta diharapkan tidak hanya mendapatkan inspirasi, tetapi juga mampu menerapkannya dalam pengembangan produk masing-masing.

“Harapan saya, workshop ini tidak berhenti pada bertambahnya pengetahuan saja, tetapi juga mampu mendorong lahirnya karya nyata dan peluang usaha baru,” katanya.

Langkah tersebut dapat dimulai melalui pembaruan desain, peningkatan kualitas produk, penguatan identitas merek dan kemasan, serta pemanfaatan pemasaran digital untuk menjangkau konsumen yang lebih luas.

Rheny juga menekankan pentingnya keberanian untuk memulai, kemauan untuk terus belajar, dan konsistensi dalam menjaga kualitas produk.

Ketiga hal tersebut menjadi bagian penting bagi pelaku UMKM untuk mengembangkan usaha sekaligus menghadapi persaingan pasar.

Melalui pengembangan yang berkelanjutan, wastra Lampung Selatan diharapkan tidak hanya terjaga sebagai warisan budaya, tetapi juga menjadi sumber inspirasi bagi tumbuhnya usaha kreatif masyarakat.

Dengan memadukan nilai tradisi dan inovasi, wastra daerah berpotensi menjangkau pasar yang lebih luas sekaligus memberikan nilai tambah ekonomi bagi pelaku UMKM.