Bandar Lampung, Harianduta.com-Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Barisan Muda Penegak Amanat Nasional (BM PAN) Provinsi Lampung secara resmi telah merampungkan rangkaian Musyawarah Daerah (Musda) Serentak se-Provinsi Lampung. Rangkaian agenda strategis ini sukses diselenggarakan dalam empat gelombang, yakni pada 11, 12, 18, dan 19 April 2026.
Melalui Musda Serentak ini, BM PAN Lampung telah melahirkan dan menetapkan 14 Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) tingkat kabupaten/kota, yaitu: Vicky Chandra (Lamsel); Agung Nugraha (Bandar Lampung); Ali Nurdin (Metro); Kholidi (Lamteng); Renu Kurniawan (Lamtim); Wisnu Suaka Prastowo (Lampura); Harianto (Pesawaran); Muhammad Nurkholis (Pringsewu); Adi Wijaya (Way Kanan); Dedy J. Afandi (Tulang Bawang); Rudini (Tulang Bawang Barat); Erwin Gumara (Mesuji); Indra Sunandar (Tanggamus); dan Andri Yuriza (Pesisir Barat). Sedangkan Lampung Barat masih dalam proses musyawarah mufakat di antara para formatur.
Ketua DPW BM PAN Lampung, Ahmad Naufal A. Caya, menegaskan bahwa BM PAN tidak akan berhenti pada euforia Musda. Kepengurusan yang baru dituntut untuk segera bekerja dan merealisasikan sejumlah agenda terdekat yang sudah berada di depan mata.
“Kami mengucapkan selamat dan sukses kepada seluruh Ketua DPD BM PAN se-Provinsi Lampung yang telah terpilih. Tugas berat sudah menanti. Agenda terdekat kita adalah melakukan pengesahan pengurus DPD yang baru terbentuk agar roda organisasi bisa langsung berjalan,” papar mantan aktivis mahasiswa tersebut, Minggu. (19/4).
Lebih lanjut, Ahmad Naufal memaparkan empat agenda besar lanjutan yang akan menjadi fokus utama BM PAN Lampung ke depan, yakni Pertama, Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil): Menyelaraskan program kerja antara DPW dan seluruh DPD kabupaten/kota se-Lampung. Kedua, Penataan Pengurus DPC hingga Ranting: Melakukan konsolidasi dan restrukturisasi organisasi secara menyeluruh hingga ke tingkat kecamatan dan desa/kelurahan untuk memperkuat basis massa.
Ketiga, Mematangkan Kurikulum Perkaderan: Menyiapkan modul dan pelatihan yang komprehensif guna mencetak kader-kader muda PAN yang berkualitas, militan, dan memiliki kapasitas kepemimpinan. Dan keempat yakni Strategi Pemenangan Pemilu dan Pilkada: Menyusun langkah-langkah taktis dan strategis untuk memaksimalkan mesin partai, khususnya dari kalangan pemilih muda dan milenial, guna memastikan kemenangan PAN dalam kontestasi Pemilu dan Pilkada mendatang.
“BM PAN adalah ujung tombak dan kawah candradimuka partai. Penataan struktur hingga tingkat ranting dan pematangan kurikulum perkaderan adalah harga mati jika kita ingin memenangkan pertarungan politik. Kami pastikan barisan muda siap berada di depam untuk kemenangan Pemilu dan Pilkada,” ujarnya.
Ketua DPW PAN Lampung, M. Hazizi, turut memberikan apresiasi tinggi atas suksesnya penyelenggaraan Musda Serentak BM PAN se-Provinsi Lampung. Menurutnya, keberhasilan regenerasi kepemimpinan di organisasi otonom (ortom) pemuda ini merupakan modal utama bagi penguatan struktur partai secara keseluruhan. Ia menegaskan bahwa BM PAN adalah laboratorium kepemimpinan yang vital bagi masa depan PAN, di mana para kader muda dididik untuk menjadi petarung politik yang memiliki integritas dan loyalitas tinggi terhadap garis perjuangan partai.
Hazizi juga menekankan krusialnya aspek sinergi dan soliditas antara struktur partai di semua tingkatan dengan pengurus BM PAN yang baru terpilih di daerah. Kemenangan PAN dalam kontestasi politik mendatang sangat bergantung pada kerja sama yang harmonis antara partai dan sayap pemudanya.
“Kepada seluruh jajaran BM PAN di kabupaten/kota untuk bersinergi penuh dengan satu komando yang solid, kita akan mampu mengonversi energi muda ini menjadi mesin pemenangan yang efektif hingga ke akar rumput,” tegas Hazizi. (*)






