PTPN I Akselerasi Produksi Karet Melalui Standarisasi Operasional Regional

SUMATERA SELATAN – PT Perkebunan Nusantara I (PTPN I) bergerak cepat memperkuat fondasi bisnis komoditi karet melalui agenda strategis Benchmark dan Rapat Kerja yang dipusatkan di Kebun Tebenan, Regional 7.

Pertemuan yang berlangsung pada 8-9 April 2026 ini menjadi momentum krusial bagi perusahaan untuk menyelaraskan ritme kerja dan standar operasional di seluruh wilayah perkebunan guna menjawab tantangan pasar global yang kian dinamis.

Dipimpin langsung oleh Direktur Operasional PTPN I, Fauzi Omar, agenda ini menghadirkan jajaran pimpinan kunci mulai dari Operation Head, Kepala Bagian Tanaman & Teknik Pengolahan, hingga seluruh General Manager dan Manajer Kebun dari Regional 2, 3, 5, dan 7. Mengingat signifikansi dampaknya terhadap performa korporasi, kehadiran para pengambil kebijakan ini bersifat wajib dan tidak dapat diwakilkan, menegaskan betapa mendesaknya upaya perusahaan dalam mengoptimalkan setiap potensi produksi di lapangan.

Dalam arahannya, Fauzi Omar menekankan bahwa inti dari konsolidasi ini adalah peningkatan kinerja melalui strategi penggalian produksi yang lebih presisi di seluruh wilayah kerja PTPN I. Beliau memberikan penekanan khusus terkait urgensi kegiatan ini sebagai motor penggerak transformasi di lini lapangan.

“Agenda ini adalah langkah konkret kita untuk memastikan setiap wilayah kerja mampu mencapai standar performa terbaik. Kita harus fokus pada peningkatan kinerja melalui optimalisasi penggalian produksi komoditi karet yang lebih efektif. Saya meminta seluruh pimpinan unit untuk hadir secara penuh guna menyerap strategi ini tanpa diwakilkan, karena tanggung jawab peningkatan produksi ada di pundak kita semua,” tegas Fauzi Omar, (Kamis. 09/04/26), di sela kegaitan.

Narasi besar yang dibangun dalam rapat kerja ini adalah menciptakan sinergi lintas regional yang kuat untuk menghapus ketimpangan performa antarwilayah kerja. Dengan semangat kolaborasi, PTPN I berupaya memastikan bahwa setiap unit mengadopsi teknik pengelolaan terbaik melalui sesi diskusi dan benchmark yang telah dijadwalkan. Langkah ini merupakan pengejawantahan dari nilai budaya AKHLAK—Amanah, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif, dan Kolaboratif—dalam menghadapi dinamika industri komoditas.

Melalui penguatan strategi di Kebun Tebenan ini, PTPN I optimis dapat mencapai target operasional dengan postur yang lebih ramping dan produktif. Standarisasi yang dilahirkan dari pertemuan ini akan menjadi kompas baru bagi seluruh regional untuk terus berinovasi, sekaligus mempertegas posisi PTPN I sebagai pilar utama perkebunan negara yang berdaya saing global.