Mari Kita Turunkan Angka Kematian Ibu di Provinsi Lampung

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Lampung dr. Edwin Rusli, MKM

Pendahuluan

Angka Kematian Ibu (AKI) adalah jumlah kematian perempuan akibat sebab apa pun yang berkaitan dengan atau diperburuk oleh kehamilan atau penanganannya (tidak termasuk sebab kecelakaan atau insidental), yang terjadi selama masa kehamilan, persalinan, atau dalam 42 hari setelah kehamilan berakhir tanpa memandang lamanya kehamilan atau tempat persalinan dan dinyatakan per 100.000 kelahiran hidup dalam periode waktu tertentu (Kementerian Kesehatan, 2025). Angka Kematian Ibu (AKI) merupakan indikator penting dalam menilai kualitas layanan kesehatan maternal di suatu daerah.

Berdasarkan hasil Longform Sensus Penduduk tahun 2020, AKI Provinsi Lampung 192, lebih tinggi dari angka nasional 189.

Fakta Menarik

Tren jumlah kasus kematian ibu di Provinsi Lampung cenderung turun

 2021 : 187 kasus kematian ibu

 2022 : 96 kasus kematian ibu

 2023 : 105 kasus kematian ibu

 2024 : 100 kasus kematian ibu

Penyebab utama kematian ibu di Provinsi Lampung tahun 2024 antara lain:

  • Komplikasi non obstetrik : penyakit infeksi dan parasit, hipertensi yang sudah ada sebelum kehamilan, penyakit lain : merupakan penyebab tertinggi
  • Perdarahan obstetrik : perdarahan paska salin/nifas)
  • Hipertensi dalam kehamilan : Eklampsia/Pre Eklampsia

Hasil pengkajian dan evaluasi Audit Maternal Perinatal Surveilans dan Respons (AMP-SR) Kematian Ibu dan Perinatal di Provinsi Lampung tahun 2024 menyebutkan bahwa penyebab kematian ibu bisa dicegah apabila ibu melakukan pemeriksaan kehamilan (ANC) sesuai standar, yaitu minimal 6 kali.

Dampak Kematian Ibu

1. Dampak Keluarga:

  •  Ekonomi: Hilangnya sumber pendapatan utama keluarga, yang dapat menyebabkan penurunan kualitas hidup dan peningkatan kemiskinan
  • Sosial: Hilangnya peran ibu sebagai pengasuh, pendidik, dan figur utama dalam keluarga, yang dapat berdampak pada perkembangan psikologis anak
  • Emosional: Kematian ibu dapat menyebabkan stres, trauma, dan gangguan mental pada anak-anak dan anggota keluarga yang tersisa

2. Dampak Komunitas:

  •  Kesehatan: Kematian ibu dapat menyebabkan penurunan angka harapan hidup,peningkatan angka kematian bayi, dan masalah kesehatan lainnya
  • Pendidikan: Kematian ibu dapat menyebabkan penurunan partisipasi anak-anak dalam pendidikan, serta masalah gizi dan pertumbuhan fisik
  • Pertumbuhan Ekonomi: Hilangnya tenaga kerja produktif dan penurunan kualitas sumber daya manusia dapat menghambat pertumbuhan ekonomi

3. Dampak Negara:

  • Penurunan Populasi: Kematian ibu dapat menyebabkan penurunan jumlah penduduk secara keseluruhan.
  • Peningkatan Angka Kematian Bayi: Kematian ibu dapat menyebabkan peningkatan angka kematian bayi akibat kurangnya pengasuhan dan perawatan medis.
  • Beban Ekonomi: Kematian ibu dapat menyebabkan beban ekonomi pada keluarga dan negara, karena biaya perawatan kesehatan, pendidikan, dan dukungan sosial yang dibutuhkan.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Lampung (dr. Edwin Rusli, MKM) mengungkapkan upaya Pemerintah dan layanan kesehatan yang telah dilakukan untuk menurunkan AKI, antara lain:

  • Peningkatan cakupan pelayanan antenatal: mendorong ibu hamil untuk melakukan pemeriksaan kehamilan secara rutin minimal 6 kali (dengan 2 kali dilakukan USG oleh dokter di Puskesmas pada kunjungan ke 1 dan ke 5)
  • Pelatihan tenaga kesehatan: meningkatkan kompetensi bidan dan dokter dalam menangani komplikasi kehamilan dan persalinan.
  • Penyediaan fasilitas kesehatan yang memadai: meningkatkan aksesibilitas dan kualitas layanan di puskesmas dan rumah sakit
  • Penggunaan buku KIA : Buku pink sebagai satu-satunya alat edukasi dan pencatatan pelayanan kesehatan ibu dan anak sejak ibu hamil, melahirkan, dan selama masa nifas,bayi hingga balita, termasuk pelayanan KB, imunisasi, gizi dan tumbuh kembang .

Tantangan yang Masih Dihadapi

Meskipun terjadi penurunan AKI, beberapa tantangan masih perlu diatasi:

  • Keterbatasan akses di daerah terpencil: Beberapa wilayah masih sulit dijangkau,menyulitkan ibu hamil untuk mendapatkan layanan kesehatan
  • Kurangnya kesadaran masyarakat: masih ada ibu hamil yang enggan atau terlambat memeriksakan kehamilannya
  • Kekurangan tenaga medis: distribusi tenaga kesehatan yang belum merata di seluruh wilayah Provinsi Lampung
  • Keterlibatan keluarga dalam mendukung perencanaan maupun proses kehamilan sampai persalinan.

Kesimpulan

Penurunan Angka Kematian Ibu di Provinsi Lampung menunjukkan bahwa upaya pemerintah dan masyarakat dalam meningkatkan layanan kesehatan maternal mulai membuahkan hasil. Namun, kerja sama semua pihak tetap diperlukan untuk mengatasi tantangan yang ada dan memastikan setiap ibu hamil mendapatkan layanan kesehatan yang optimal.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Lampung (dr. Edwin Rusli, MKM) mengajak :

“Ayo jaga kesehatan ibu hamil, periksa kehamilan minimal 6 kali, makan bergizi, dan

persalinan di fasilitas kesehatan. Jangan lupa bawa buku pink (KIA), agar riwayat kehamilan terpantau dan tercatat. Bersama kita turunkan angka kematian ibu demi keluarga yang sehat dan sejahtera!”. (Advetorial)