Bandar Lampung, Harianduta.com-Di tengah sorotan publik terkait proses hukum yang menyeret nama dua petinggi PT Sugar Group Companies (SGC), Ketua Umum Jaringan Penggiat Sosial Indonesia (JPSI), Ichwan, angkat suara membela kontribusi strategis perusahaan terbesar di asia Tenggara tersebut terhadap perekonomian nasional.
Menurut Ichwan, keberadaan SGC tidak bisa dilepaskan dari denyut nadi industri gula nasional yang selama ini menopang kebutuhan konsumsi dalam negeri sekaligus menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar.
“Tanpa gula, kopi terasa pahit. Begitu pula tanpa SGC, perekonomian nasional khususnya di sektor pangan dan industri hilirnya bisa ikut melemah,” tegas Ichwan dalam keterangan pers yang diterima Harianduta.com, Jumat (18/7/2025).
Ia menegaskan bahwa selama ini SGC telah berkontribusi nyata dalam menjaga stabilitas pasokan gula nasional dan memperkuat sektor ketahanan pangan.
Tidak hanya itu, SGC juga dinilai konsisten menyerap ribuan tenaga kerja lokal serta mendongkrak perekonomian masyarakat di Lampung dan sekitarnya.
Menanggapi langkah Kejaksaan Agung RI yang tengah mengusut dugaan suap senilai Rp70 miliar yang menyeret nama dua petinggi SGC, Ichwan menegaskan bahwa proses hukum harus tetap dijunjung tinggi.
Namun, ia juga mengingatkan agar penegakan hukum tidak sampai mematikan iklim investasi strategis.
“Kami sepakat bahwa hukum harus ditegakkan. Tapi jangan sampai proses ini menimbulkan stigma buruk terhadap dunia usaha yang sedang berkontribusi. Jangan pukul rata. Yang salah diproses, yang benar harus dilindungi,” ujarnya.
Ichwan menekankan pentingnya membedakan antara individu yang diduga melanggar hukum dengan entitas korporasi secara keseluruhan.
“Kalau ada oknum di dalamnya yang terbukti bersalah, ya silakan diproses sesuai hukum. Tapi jangan sampai kontribusi perusahaan terhadap negara diabaikan begitu saja,” imbuhnya.
JPSI menilai bahwa SGC selama ini telah menjadi salah satu dari sedikit korporasi nasional yang mampu bersaing dalam industri pangan strategis, terutama di bidang gula.
Menurut data JPSI, SGC berkontribusi signifikan terhadap pasokan gula konsumsi nasional yang menyentuh jutaan ton per tahun.
“Kami melihat SGC sebagai pilar penting ketahanan pangan. Kalau keberadaannya terganggu oleh tekanan politik atau opini publik yang bias, dampaknya bukan cuma ke perusahaan, tapi bisa ke rakyat,” kata Ichwan.
Di akhir pernyataannya, JPSI menyerukan agar semua pihak menjaga keseimbangan antara penegakan hukum dan keberlanjutan investasi yang produktif dan pro-rakyat.
“Mari kita dorong supremasi hukum, tapi juga jangan membunuh semangat kerja keras dan kontribusi nyata perusahaan-perusahaan nasional,” tutup Ichwan. (Rilis)






