BANDAR LAMPUNG, HARIAN DUTA —
Belum sempat mengembik minta tolong, 15 ekor kambing menemui ajal saat api mengamuk di kandang sekaligus gudang pakan ternak di Jalan Wala Abadi, Gang Kavling, RT 09, Kelurahan Way Laga, Kecamatan Sukabumi, Bandar Lampung, Kamis (3/9) dini hari. Kebakaran yang diduga dipicu korsleting listrik itu juga menghanguskan bangunan dan sejumlah bahan pakan ternak. Kerugian ditaksir mencapai Rp65 juta.
Si jago merah menyatroni gudang semi permanen berukuran sekitar 10 x 10 meter milik Surip, 50 tahun, seorang wirausaha. Saat kejadian, bangunan tersebut digunakan untuk menyimpan pakan ternak sekaligus menjadi kandang kambing.
Api bukan cuma melahap bangunan, tetapi juga membakar pakan ternak, kulit kopi, dan karung plastik yang tersimpan di dalamnya. Nahas, 15 kambing yang berada di lokasi tak berhasil diselamatkan.
Laporan kebakaran masuk ke Markas Komando (Mako) Tendean pada pukul 01.29 WIB. Petugas pemadam kebakaran langsung bergerak. Unit pertama dari Pos Siaga Kedamaian yang diperbantukan untuk wilayah Sukabumi berangkat pukul 01.31 WIB dan tiba lima menit kemudian.
Armada lain menyusul dari Pos Siaga Panjang, Mako Tendean, TBU, TKT, hingga Tanjung Senang. Total delapan unit kendaraan dan 35 personel dikerahkan untuk menjinakkan amukan api.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kota Bandar Lampung, Anthoni Irawan, mengatakan petugas berjibaku memadamkan api hingga akhirnya proses pemadaman dinyatakan selesai pukul 04.22 WIB.
“Proses pemadaman selesai pada pukul 04.22 WIB,” ujar Anthoni.
Dalam operasi tersebut, petugas menghabiskan tujuh tangki air. Setelah api berhasil ditaklukkan, petugas melanjutkan penanganan di lokasi untuk memastikan situasi terkendali. Lantas, apa biang kerok kebakaran yang membuat belasan kambing mati itu?
Berdasarkan keterangan Subandi, warga setempat, api diduga bermula dari korsleting listrik pada colokan lampu di dalam gudang. Percikan api kemudian diduga menyambar material yang mudah terbakar hingga kobaran membesar dan melalap bangunan.
Namun, dugaan tersebut belum menjadi kesimpulan akhir. Penyebab pasti kebakaran masih menunggu penyelidikan lebih lanjut dari pihak berwenang.
Informasi kebakaran dilaporkan oleh Pani kepada petugas. Sementara itu, berdasarkan keterangan pamong setempat, kerugian akibat peristiwa tersebut diperkirakan mencapai Rp65 juta.
Beruntung, tidak ada korban jiwa manusia dalam kejadian ini. Meski begitu, pemilik harus menanggung kerugian akibat bangunan, bahan pakan, dan 15 ekor kambing yang hangus terbakar.
Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa instalasi listrik di bangunan penyimpanan maupun kandang ternak perlu diperiksa secara berkala, terlebih jika di dalamnya terdapat bahan-bahan yang mudah terbakar. Sebab, ketika percikan kecil berubah menjadi kobaran besar, bukan cuma harta benda yang terancam, tetapi juga nyawa makhluk hidup di dalamnya.
(*)






