Berkat Dukungan BRI Unit Pasar Tuhu, Pelaku Usaha Mikro Supoyo Kini Punya Tiga Cabang Warung Bakso di Bandar Lampung 

BANDAR LAMPUNG – Perjalanan panjang membangun usaha dilalui Supoyo, pelaku usaha mikro asal Bandar Lampung yang kini berhasil mengembangkan bisnis warung baksonya hingga memiliki tiga cabang.

Kisah usaha Supoyo dimulai sejak 2003. Saat itu, ia mengawali usahanya dengan berjualan bakso menggunakan gerobak keliling. Berbekal ketekunan dan konsistensi, usaha tersebut perlahan berkembang hingga Supoyo mampu memiliki tempat usaha sendiri.

Perjalanan pengembangan usahanya semakin terbuka ketika pada 2016 Supoyo memperoleh dukungan permodalan dari BRI Unit Pasar Tugu sebesar Rp50 juta. Modal tersebut digunakan untuk melakukan renovasi warung bakso yang telah dimilikinya.

Setelah pinjaman pertama dilunasi pada 2020, Supoyo kembali memperoleh pembiayaan dari BRI sebesar Rp100 juta. Kali ini, modal dimanfaatkan untuk memperbesar skala usaha sekaligus melakukan inovasi produk.

Tidak hanya menjual bakso matang, Supoyo mulai mengembangkan produk bakso frozen. Produk tersebut mendapat respons positif dari pelanggan sehingga memberikan peluang baru bagi perkembangan usahanya.

Melihat potensi bisnis yang semakin berkembang, pada 2022 Supoyo kembali mengajukan pembiayaan kepada BRI sebesar Rp190 juta. Dana tersebut digunakan untuk membuka cabang kedua di kawasan Jl. Dosomuko, Bandar Lampung.

Perjalanan pengembangan usaha tersebut terus berlanjut. Pada awal 2026, Supoyo kembali memperoleh pembiayaan sebesar Rp250 juta. Modal tersebut dimanfaatkan untuk membuka cabang baru di Jl. P. Tirtasaya, dengan memanfaatkan aset bangunan yang dimilikinya di lokasi tersebut.

Dengan perjalanan usaha yang dilakukan secara bertahap, Supoyo kini telah memiliki tiga cabang warung bakso di Bandar Lampung.

Secara keseluruhan, Supoyo telah memperoleh pembiayaan BRI dalam empat tahap, yakni Rp50 juta pada 2016, Rp100 juta pada 2020, Rp190 juta pada 2022, dan Rp250 juta pada 2026.

Bagi Supoyo, perjalanan tersebut bukan sekadar tentang bertambahnya jumlah cabang, tetapi juga tentang bagaimana sebuah usaha kecil dapat tumbuh melalui proses yang panjang dan konsisten.

Dari yang sebelumnya berjualan bakso menggunakan gerobak keliling, kini Supoyo mampu mengembangkan usaha menjadi tiga cabang warung bakso. Perjalanan tersebut menjadi bukti bahwa ketekunan dalam menjalankan usaha, keberanian melakukan inovasi, serta pemanfaatan modal usaha secara produktif dapat menjadi bagian penting dalam proses pengembangan UMKM.

Melalui BRI Unit Pasar Tugu, pendampingan kepada pelaku usaha mikro terus dilakukan agar akses pembiayaan dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan produktif dan pengembangan usaha.

Kisah Supoyo juga menjadi salah satu gambaran perjalanan pelaku UMKM yang terus berusaha tumbuh dan naik kelas bersama dukungan perbankan.

Pemimpin Cabang BRI Kanca Teluk Betung Hutama Wiranegara Gunawan turut mendukung upaya pengembangan usaha mikro di wilayah kerja BRI Kanca Teluk Betung, termasuk melalui akses pembiayaan yang dapat dimanfaatkan pelaku usaha untuk mengembangkan bisnisnya secara berkelanjutan.