Lampung Selatan — Konsistensi dan keberanian untuk terus mengembangkan usaha menjadi kunci keberhasilan Tugiyo, pelaku usaha produksi dan penjualan kerupuk Palembang yang berhasil meningkatkan skala bisnisnya bersama dukungan pembiayaan dari Bank BRI.
Tugiyo telah menjadi nasabah BRI sejak tahun 2020. Perjalanan usahanya bersama BRI dimulai dengan memperoleh pinjaman sebesar Rp20 juta. Sejak saat itu, Tugiyo terus menjaga komitmen dalam menjalankan usahanya dan hingga kini telah mendapatkan fasilitas pembiayaan sebanyak empat kali.
Fokus Tugiyo dalam mengembangkan usaha produksi dan penjualan kerupuk Palembang menjadi salah satu faktor penting dalam pertumbuhan bisnisnya. Tambahan modal dari BRI dimanfaatkan untuk mendukung kebutuhan usaha, meningkatkan kapasitas produksi, serta memperluas aktivitas penjualan.
Seiring perkembangan usaha, plafond pembiayaan Tugiyo kini meningkat menjadi Rp80 juta melalui fasilitas Kredit Usaha Rakyat (KUR) dengan jangka waktu 36 bulan. Peningkatan plafond tersebut menjadi bagian dari dukungan BRI terhadap pelaku usaha produktif yang terus berkembang.
Tugiyo mengaku sangat terbantu dengan adanya tambahan modal dari BRI. Menurutnya, akses pembiayaan tersebut memberikan ruang bagi dirinya untuk terus mengembangkan usaha kerupuk Palembang yang telah menjadi sumber penghasilan keluarga.
“Saya sangat terbantu dengan tambahan modal dari BRI. Dengan adanya modal tersebut, saya bisa lebih leluasa mengembangkan usaha produksi dan penjualan kerupuk. Ke depan, saya berharap bisa mendapatkan tambahan modal yang lebih besar lagi agar usaha saya dapat terus berkembang,” ujar Tugiyo.
Dalam perjalanan usahanya, Tugiyo mendapatkan pendampingan dari Mantri BRI Azul Jumaza, dengan fasilitas pinjaman berada di BRI Unit Mandah. Pendampingan tersebut menjadi bagian dari upaya BRI untuk memastikan pembiayaan yang diberikan dapat memberikan manfaat optimal bagi perkembangan usaha nasabah.
Hutama Wiranegara Gunawan, Pemimpin Cabang BRI Kanca Teluk Betung, mengatakan bahwa kisah Tugiyo menunjukkan pentingnya kolaborasi antara pelaku usaha dan perbankan dalam mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.
“BRI berkomitmen untuk terus hadir memberikan akses pembiayaan dan pendampingan kepada pelaku usaha produktif. Perjalanan Tugiyo dari pinjaman awal Rp20 juta hingga saat ini mendapatkan plafond Rp80 juta menjadi bukti bahwa usaha yang dikelola secara konsisten memiliki peluang untuk terus berkembang,” ujar Hutama.
Menurut Hutama, keberhasilan nasabah bukan hanya dilihat dari peningkatan plafond pembiayaan, tetapi juga dari kemampuan nasabah dalam mengembangkan usaha dan meningkatkan kesejahteraan keluarga.
Kisah Tugiyo menjadi gambaran bahwa pengembangan usaha dapat dimulai dari langkah sederhana. Berawal dari pinjaman Rp20 juta pada tahun 2020, melalui empat kali pembiayaan, kini Tugiyo mampu memperoleh plafond Rp80 juta untuk mendukung pengembangan produksi dan penjualan kerupuk Palembang.
Melalui BRI Unit Mandah, BRI terus memperkuat perannya dalam mendampingi pelaku UMKM agar mampu meningkatkan kapasitas usaha, memperluas pasar, dan secara bertahap naik kelas. Bagi Tugiyo, perjalanan bersama BRI bukan sekadar mendapatkan tambahan modal, tetapi menjadi bagian dari proses membangun usaha yang lebih kuat dan berkelanjutan.






