Tulang Bawang Barat, Harian Duta– Kondisi memprihatinkan menyelimuti Gedung Sekolah Dasar Negeri (SDN) 7 Way Kenanga yang berlokasi di Tiyuh Sido Agung, Kecamatan Way Kenanga, Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba). Atap bocor, plafon runtuh, dan fasilitas belajar yang rusak menjadi pemandangan sehari-hari bagi para siswa/siswi dan guru. Senin,4 Agustus 2025.
Sekolah yang telah berdiri puluhan tahun ini mengalami kerusakan cukup parah. Saat musim hujan dan angin kencang datang, air menetes dari langit-langit dan serpihan plafon berjatuhan, membahayakan keselamatan para siswa.

“Kami sudah bertahun-tahun mengajukan proposal perbaikan ke Dinas Pendidikan Tubaba, tapi belum ada realisasi sampai sekarang,” ujar Istawanto, salah satu guru SDN 7 Way Kenanga yang mewakili Kepala Sekolah, Maryadi.
Istawanto menjelaskan bahwa pengajuan terakhir dilakukan pada tahun 2020 dan terus berlanjut hingga 2024. Meskipun tim dari dinas pendidikan sempat meninjau langsung lokasi, belum ada langkah konkret yang diambil.

“Kondisi ini bukan hanya menghambat proses belajar mengajar, tapi juga mengancam keselamatan siswa/siswi. Beberapa siswa Sering sakit karena harus tetap belajar dalam kondisi basah akibat kebocoran. Kami tidak memiliki ruang alternatif untuk relokasi kelas,” tambahnya.
Pihak sekolah sangat berharap pemerintah daerah tidak lagi menutup mata. Mereka mendesak agar segera dilakukan rehabilitasi bangunan demi menciptakan lingkungan belajar yang aman dan layak.
Dengan kondisi bangunan yang semakin rapuh, suara harapan dari pelosok Way Kenanga ini menjadi pengingat bahwa akses pendidikan yang layak masih menjadi tantangan nyata di daerah. SDN 7 Way Kenanga menanti tindakan nyata, bukan sekadar janji.(Yuda)






