Bandar Lampung, Harianduta.com-Wali Kota Eva Dwiana mengeluarkan surat edaran tentang tunjangan hari raya (THR) bagi karyawan swasta di wilayah Kota Bandarlampung.Sabtu ( 22/3/2025).
Surat Edaran No/B/605/500.15/III.06/2025 Tentang Pelakasanaan Pemberian Tunjangan Hari Raya Keagamaan Tahun 2025. Bagi Pekerja di Perusahaan yang berada Bandarlampung. Menindak lanjuti surat edaran Menteri Ketenagakerjaan Republik Indonesia Nomor:M/2/HK.04.00/1I/2025 tanggal 10 Maret 2025 Tentang Pelaksanaan Pemberian Tunjangan Han Raya Keagamaan Tahun 2025 Bagi Pekerja/Buruh di Perusahaan, dan Surat Edaran Gubernur Lampung Nomor 53 Tahun 2025 ,Tanggal 14 Maret 2025 tentang Pelaksanaan Pemberian Tunjangan Hari Raya Keagamaan Tahun 2025 bagi pekerja atau buruh di perusahaan.
Pemberian Tunjangan Hari Raya (THR) keagamaan bagi pekerja/buruh merupakan upaya untuk memenuhi kebutuhan pekerja/buruh dan keluarganya dalam menyambut Hari Raya Keagamaan. Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 36 Tahun 2021 Tentang Pengupahan,dan Peraturan Menteri Ketenagakerjaan Nomor 6 Tahun 2016 Tentang Tunjangan Hari Raya Keagamaan bagi Pekerja/Buruh di Perusahaan, Pemberian THR keagamaan merupakan ke wajiban yang harus dilaksanakan oleh pengusaha kepada pekerja atau buruh.
Pembayaran THR keagamaan dilaksanakan dengan memperhatikan hal-hal sebagai berikut,
1. THR Keagamaan diberikan kepada pekerja atau buruh yang telah mempunyai masa kerja 1 (satu) bulan secara terusmenerus atau lebih. Pekerja yang mempunyai hubungan kerja dengan pengusaha berdasarkan perjanjian kerja waktu tidak tertentu atau perjanjian kerja waktu tertentu.
2. THR Keagamaan wajib dibayarkan paling lama 7 (tujuh) hari sebelum Hari Raya Keagamaan.
3. Besaran THR Keagamaan diberikan sebagai berikut, bagi pekerja atau buruh yang telah mempunyai masa kerja 12 (dua belas) bulan secara terus menerus atau lebih, diberikan sebesar 1 (satu) bulan upah.
Bagi pekerja atau buruh yang telah mempunyai masa kerja 1 (satu) bulan secara terus menerus tetapi kurang dari 12 (dua belas) bulan.maka wajib diberikan secara proporsional sesuai dengan perhitungan -masa kerja 1 (satu) bulan upah.
4.Bagi pekerja atau buruh yang bekerja berdasarkan perjanjian kerja harian lepas, upah 1 (satu) bulan dihitung sebagai berikut, yang mempunyai masa kerja 12 (dua belas) bulan atau lebih 1 bulan upah 1 bulan upah dihitung berdasarkan upah rata rata yang diterima 12 bulan terakhir sebelum Hari Raya Keagamaan.
Pekerja/Buruh yang mempunyai masa kerja kurang dari 12 (dua belas) bulan,upah 1 (satu)bulan dihitung berdasarkan rata-rata upah yang diterima tiap bulan selama masa kerja.
5. Bagi pekerja yang upahnya ditetapkan berdasarkan satuan hasil, maka upah
1 (satu) bulan dihitung berdasarkan upah rata-rata 12 (dua belas) bulan terakhir seblum hari raya keagamaan.
6. Bagi perusahaan yang menetapkan besaran nilai THR keagamaan dalam perjanjian kerja atau kebiasaan, lebih besar dari nilai THR keagamaan sebagaimana nomor 3 (tiga) di atas, maka THR keagamaan yang dibayarkan kepada pekerja/buruh sesuai dengan perjanjian kerja, peraturan perusahaan, perjanjian kerja bersama, atau kebiasaan tersebut.
7. THR Keagamaan wajilb dibayarkan oleh Pengusaha secara penuh dan tidak boleh dicicil. Dalam rangka memastikan pelaksanaan pembayaran THR keagamaan tahun 2025 perlu dilakukan langkah-langkah sebagai berikut, agar perusahaan membayar THR keagamaan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan
Dan bagi Perusahaan yang mampu dihimbau untuk membayar THR Keagamaan lebih, sebelum jatuh tempo kewajiban pembayaran THR Keagamaan,
Untuk itu Pemkot Bandarlampung akan membentuk Pos Komando Satuan Tugas (Posko Satgas) Tegakan Hukum Tunjangan Hari Raya Tahun 2025 yang terintegrasi melalui website https://poskothr. kemnaker.qo.id






