BANDAR LAMPUNG – Berawal dari usaha warung kelontong sederhana, Widia kini berhasil mengembangkan usahanya menjadi warung grosiran di kawasan Pasar Karang Pucung. Perjalanan tersebut menjadi bukti bahwa ketekunan, keberanian mengembangkan usaha, serta dukungan permodalan dapat menjadi kunci bagi pelaku UMKM untuk terus naik kelas.
Widia merupakan salah satu nasabah mikro BRI Unit Karang Pucung yang menjalankan usaha warung sembako di Pasar Karang Pucung. Usaha yang awalnya dirintis dalam skala kecil tersebut secara bertahap terus berkembang seiring meningkatnya kebutuhan dan kepercayaan pelanggan.
Dalam mengembangkan usahanya, Widia mendapatkan dukungan pembiayaan dari BRI. Saat ini, Widia telah memasuki pinjaman ke-3 dengan plafond sebesar Rp300 juta. Tambahan permodalan tersebut dimanfaatkan untuk mendukung kebutuhan usaha, khususnya dalam meningkatkan persediaan barang dagangan.
Dengan modal yang semakin kuat, Widia dapat menyediakan barang dalam jumlah lebih banyak dan lebih beragam. Kondisi tersebut turut mendorong perubahan skala usahanya, dari yang sebelumnya hanya berupa warung kelontong menjadi warung grosiran.
“Awalnya saya menjalankan usaha warung kelontong. Alhamdulillah, usaha terus berkembang dan sekarang sudah menjadi warung grosiran. Dukungan dari BRI sangat membantu saya dalam mengembangkan usaha,” ujar Widia.
Perkembangan usaha Widia tidak terjadi secara instan. Selama menjalankan usaha, ia terus berupaya memahami kebutuhan pelanggan dan menjaga ketersediaan barang yang dibutuhkan masyarakat. Konsistensi tersebut menjadi salah satu faktor yang membuat usahanya mampu bertahan dan berkembang.
Sebagai warung grosiran, Widia kini tidak hanya melayani pembeli untuk kebutuhan rumah tangga sehari-hari, tetapi juga pelanggan yang membutuhkan barang dalam jumlah lebih besar. Perkembangan ini membuka peluang bagi usahanya untuk terus meningkatkan omzet sekaligus memperluas jangkauan pelanggan.
Pemimpin Cabang BRI Kanca Teluk Betung, Hutama Wiranegara Gunawan, mengatakan bahwa BRI terus berkomitmen memberikan dukungan kepada pelaku usaha mikro agar dapat mengembangkan bisnisnya dan naik kelas.
“BRI terus berkomitmen mendampingi pelaku UMKM melalui akses permodalan yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan perkembangan usaha. Kisah Widia menjadi contoh bahwa usaha yang dimulai dari skala kecil dapat berkembang lebih besar apabila dijalankan dengan tekun dan didukung dengan perencanaan usaha yang baik,” ujar Hutama.
BRI melalui berbagai layanan dan produk pembiayaan terus berupaya hadir di tengah pelaku UMKM, tidak hanya dalam memberikan akses permodalan, tetapi juga mendorong agar usaha masyarakat dapat tumbuh secara berkelanjutan.
Kisah Widia menjadi gambaran nyata perjalanan pelaku UMKM untuk naik kelas. Dari sebuah warung kelontong sederhana di Pasar Karang Pucung, kini Widia berhasil mengembangkan usahanya menjadi warung grosiran dengan dukungan pembiayaan BRI hingga Rp300 juta.
Perjalanan tersebut menjadi bukti bahwa usaha kecil memiliki peluang besar untuk berkembang selama dijalankan dengan ketekunan, konsistensi, dan keberanian untuk terus mengambil peluang.






