BANDARLAMPUNG — Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia dan HUT ke-58 Tenaga Pembangunan (TP) Sriwijaya di Provinsi Lampung berlangsung penuh kekeluargaan dan sarat pesan kebangsaan. Ketua Pengurus Daerah (Pengda) TP Sriwijaya Lampung, Nurhasanah, menyerukan seluruh anggota untuk terus menjaga persatuan dan kesatuan bangsa di tengah kemajemukan Indonesia.
Pesan tersebut disampaikan Nurhasanah dalam kegiatan yang digelar di RM Saung Desa, Jalan KH Ahmad Dahlan, Telukbetung Utara, Bandar Lampung, Senin (24/8/2026). Kegiatan juga dirangkai dengan doa bersama dan ceramah keagamaan oleh Almukarom Ustadz Asep Nurkholis.
Mengangkat tema “Bersatu Berdaulat, Rakyat Sejahtera, Indonesia Maju” serta “TP Sriwijaya Bersama Rakyat, Berbagi dan Mengabdi”, kegiatan menjadi momentum memperkuat silaturahmi sekaligus meneguhkan komitmen organisasi dalam mendukung pembangunan daerah.
Nurhasanah mengatakan, semangat kemerdekaan harus diisi dengan menjaga persatuan sebagaimana telah dicontohkan para pahlawan bangsa.
“Kita harus menjaga persatuan dan kesatuan bangsa. Kita harus belajar dari sejarah, bagaimana para pahlawan kita berjuang dengan berbagai macam suku, agama dan bahasa, tetapi tetap bersatu untuk memperjuangkan kemerdekaan bangsa Indonesia,” ujar Nurhasanah.
Menurutnya, semangat tersebut sangat relevan bagi masyarakat Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel) yang memiliki keberagaman latar belakang. Sumbagsel, kata dia, terdiri dari Sumatera Selatan, Jambi, Bengkulu, Bangka Belitung dan Lampung yang memiliki karakteristik serta budaya yang beragam.
“Kita di Sumbagsel harus belajar dari sejarah untuk terus menjaga persatuan dan kesatuan bangsa. Kita juga harus memahami kemajemukan bangsa dan menghargai hak asasi manusia,” tegasnya.
Nurhasanah menambahkan, prinsip saling menghargai harus menjadi kekuatan dalam menjalankan roda organisasi TP Sriwijaya. Silaturahmi menjadi kunci untuk menjaga kebersamaan sekaligus memperkuat kontribusi organisasi bagi masyarakat.
“Di dalam organisasi, khususnya di TP Sriwijaya, kita harus saling menghargai hak asasi manusia. Kunci kita adalah saling menjaga silaturahmi. Kita berorganisasi untuk mendapatkan pahala, sekaligus bersinergi dengan pemerintah daerah, khususnya Pemprov Lampung, dengan mendukung program pembangunan Gubernur Lampung untuk membangun kemajuan Provinsi Lampung,” katanya.
Ia berharap momentum HUT RI ke-81 dan HUT TP Sriwijaya ke-58 tidak berhenti sebagai seremoni, tetapi menjadi pengingat bagi seluruh jajaran organisasi untuk terus berbagi, mengabdi dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Dirgahayu Republik Indonesia. Merdeka! TP Sriwijaya, pacak galo iyo nian,” pungkas Nurhasanah.
Ustadz Asep: Kemerdekaan Harus Diisi dengan Kebaikan
Sementara itu, Almukarom Ustadz Asep Nurkholis mengapresiasi kegiatan yang digelar TP Sriwijaya Lampung. Ia juga menyampaikan penghargaan kepada para pengurus dan tamu undangan yang telah meluangkan waktu hadir di tengah kesibukan masing-masing.
“Alhamdulillah banyak yang hadir. Meskipun belum semuanya hadir, tetapi dalam Islam, meskipun hanya bertiga, itu sudah namanya berjamaah,” ujar Ustadz Asep.
Dalam ceramahnya, ia mengingatkan seluruh peserta agar senantiasa mengingat dan bersandar kepada Allah SWT dalam menjalani kehidupan sehari-hari.
Menurutnya, penyelenggaraan kegiatan dalam rangka memperingati kemerdekaan merupakan bentuk kecintaan terhadap bangsa dan negara.
“Dengan kegiatan ini menunjukkan bahwa TP Sriwijaya Lampung ingat dan cinta kepada bangsa Indonesia. Mari kita isi kemerdekaan ini dengan mengingat Allah, dengan berzikir, bersholawat, serta mengisinya dengan hal-hal yang baik,” pesannya.
Ustadz Asep juga memberikan apresiasi khusus kepada kaum perempuan yang hadir dalam kegiatan tersebut. Ia menilai banyak perempuan hebat yang menjadi bagian dari TP Sriwijaya Lampung dan memiliki peran penting dalam menjaga kebersamaan organisasi.
“Saya mengapresiasi perempuan-perempuan di Lampung. Di sini banyak tamu yang hadir adalah perempuan-perempuan hebat, perempuan-perempuan hebat di TP Sriwijaya,” tuturnya.
Potong Tumpeng dan Ramah Tamah
Kegiatan berlangsung semakin meriah setelah doa bersama dan ceramah. Acara dilanjutkan dengan potong tumpeng, menyanyikan lagu selamat ulang tahun secara bersama-sama, serta ramah tamah.
Hadir dalam kegiatan tersebut jajaran Dewan Pakar, Dewan Penasehat, para wakil ketua, wakil sekretaris, wakil bendahara serta pengurus TP Sriwijaya Lampung lainnya.
Suasana guyub dan penuh keakraban terlihat saat seluruh peserta mengikuti sesi foto bersama, makan siang dan bernyanyi bersama.
Peringatan tersebut sekaligus menjadi momentum bagi TP Sriwijaya Lampung untuk memperkuat silaturahmi internal, menjaga persatuan di tengah kemajemukan serta meneguhkan komitmen organisasi untuk bersama rakyat, berbagi dan mengabdi demi kemajuan Lampung dan Indonesia. (*).






